Asnawi Mangkualam DIminta Tak Bermain Terlalu Keras

Puja-puji Pelatih Ansan Greeners untuk Asnawi Mangkualam

Liga CacingK League 1 – Banyak pihak yang menilai K-League 2 akan jadi kompetisi sekaligus tantangan besar buat seorang Asnawi Mangkualam. Namun pelatih Ansan Greeners, Kim Gil-Sik membantah soal tersebut karena terbukti Asnawi bisa beradaptasi dengan cepat.

Untuk diketahui, Asnawi meninggalkan Indonesia bertolak ke Korea Selatan pada 2 Februari 2021 lalu. Di periode itu, Korea Selatan sedang memasuki musim dingin yang biasanya berlangsung dari Desember ke Maret.

Asnawi sendiri dalam beberapa kesempatan mengakui bahwa ia merasa sangat terkendala dengan cuaca dingin di Korea. Apalagi ini adalah pertama kali dalam hidupnya, dia tinggal di luar Indonesia.

Baca Juga: Alasan Pelatih Ansan Greeners Mainkan Asnawi 3 Posisi Sekaligus

Alhasil, proses adaptasi jadi pertanyaan yang terus dilayangkan kepada pemain berusia 21 tahun itu, mengingat kedatangannya ke Korea juga mengundang hype begitu besar di kalangan pecinta sepakbola Indonesia dan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-Yong.

Namun memasuki musim semi, penampilan Asnawi Mangkualam mulai oke di Korea. Teranyar, ia baru saja menyumbang satu assist penting buat kemenangan Ansan Greeners dalam ajang K League 2.

Bertanding di Sadion Ansan Wa, Sabtu (24/4) malam WIB, assist Asnawi sukses dikonversi Sim Jae-Min menjadi gol. Ansan pun menang 1-0 atas sang tamu yang merupakan pemuncak klasemen sementara K League 2.

Tak cuma satu assist saja yang membuat Kim-Gil Sik puas dari penampilan Asnawi di laga tersebut. Tapi pemain timnas Indonesia U-23 itu juga mampu bermain full selama 90 menit tuk pertama kalinya di K League 2.

Di tiga laga sebelumnya, Asnawi kerap ditarik keluar. Rinciannya, main 61 menit melawan Busan IPark, tampil 81 menit saat menghadapi Jeonnam Dragons, dan turun selama 66 menit di laga kontra Bucheon FC.

Selain mengkreasikan satu assist, Asnawi juga nyaris mencetak gol saat mendapat umpan manis dari Kim Ryun-Do jelang babak pertama berakhir. Sayang Asnawi gagal menyambar umpan itu untuk menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong.

“Peluang menjadi gol di babak pertama hilang karena Asnawi membuang kesempatan itu. Tapi adaptasinya dengan sepakbola Korea sangat cepat. Dia mempunyai semangat juang dan kecepatan seperti pemain Korea. Dia sangat cocok untuk warna permainan tim kami,” papar Gil-sik seperti dilansir dari laman Sports-G.

“Saya ingin menjadikan Asnawi menjadi pemain lebih baik, dan memperlihatkannya kepada suporter kami bahwa dia seorang pemain dengan kualitas bagus,” tegasnya.

Update selalu berita sepakbola dari berbagai penjuru dunia cuma di Ligacacing.net