Perangi Rasisme, Ada Saran Pemain yang Menutup Mulut Saat Berbicara Disanksi

Perangi Rasisme, Ada Saran Pemain yang Menutup Mulut Saat Berbicara Disanksi

Liga Cacing – Berita Bola  – Mantan pesepakbola asal Belanda, Clarence Seedorf mengusulkan jika para pemain yang menutup mulutnya saat berbicara harus disanksi lantaran kian tingginya kasus rasisme yang ada di kalangan pemain.

Seedorf sempat bertemu dengan Dewan UEFA di Starsbourg, Prancis. Menurut mantan pemain asal Belanda itu, kasus rasisme antar pemain tengah santer terjadi. Beberapa waktu lalu, kasus rasisme di Europa League kala Slavia Praha bertemu dengan Glasgow Rangers yang melibatkan Ondrej Kudela dan  Kamara mencapai puncak. Kudela dihukum 10 laga lantaran bersikap tak sportif kepada Kamara saat mulutnya ditutup.

Baca Juga:  Pelaku Rasisme di Laga Rangers vs Slavia Praha Dihukum 10 Laga

Menurut Seedorf, kebiasaan pesepakbola saat menutup mulutnya harus dihentikan guna memerangi rasisme. Tak hanya itu pemenang tiga Liga Champions bersama tiga tim berbeda itu juga meminta para pemain untuk transparan saat berbicara di lapangan.

“Ada banyak pembicaraan, tetapi tidak cukup banyak yang diselesaikan. Kebutuhannya jelas dan sangat mendesak,” kata Seedorf, seperti dilansir AP.

“Dari sudut pandang pemain, saya telah melihat hal-hal dengan pemain berbicara dan menutupi mulut mereka selama pertandingan. Ada beberapa situasi rasis dalam beberapa minggu atau bulan terakhir, di mana para pemain di antara mereka sendiri yang melakukan ujaran kebencian.”

“Hal-hal itu dapat dengan mudah diserang dengan menerapkan beberapa aturan. Bagi saya, harus ditinggalkan berbicara dengan cara seperti itu ketika mendekati lawan.. Ketika kita berbicara tentang olahraga, itu harus benar-benar transparan, jadi mengapa saya harus menutup mulut jika saya perlu berbicara dengan musuh saya?”

Update selalu berita sepakbola dari berbagai penjuru dunia cuma di Ligacacing.net