Menelaah Skema dan Cara Mematikan Parkir Bus ala Jose Mourinho

Menelaah Skema dan Cara Mematikan Parkir Bus Jose Mourinho

Liga CacingBerita BolaJose Mourinho merupakan seoang pelatih yang terbilang lumayan kontroversi dalam menerapkan taktik.Tak jarang, Mou menerapkan segala cara guna mendulang kemenangan bagi timnya, termasuk menerapkan skema parker bus.

Apa sebenarnya skema parkir bus itu? Menukil laman Sportkeeda, parkir bus merupakan taktik yang menekankan pertahanan lebih kokoh dibanding penyerangan. Boleh dibilang parkir bus merupakan skema reaktif dalam sepakbola lantaran tim yang menggunakannya cenderung menunggu lawan menyerang dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik dengan cepat.

Skema yang pertama kali dipopulerkan Jose Mourinho terjadi dalam laga semifinal Liga Champions 2009 antara Inter melawan Barcelona di leg kedua. Inter yang memiliki modal kemenangan 3-1 atas Blaugrana memutuskan bertahan di laga tersebut guna mengamankan kemenangan.

Meski pada akhirnya Dejan Stankovic dan kolega keok dengan skor 1-0, mereka lolos ke partai final dengan kemenangan agregat 3-2. Di partai pamungkas, La Benamata pun sukses meraih treble winners dan catatkan diri sebagai tim Italia pertama yang menjuarai tiga trofi dalam satu musim kompetisi. Momen tersebut pun pada akhirnya disebut sebagai parkir bus meski sejatinya hal yang sama pernah dilakukan Yunani kala menjuarai Euro 2004 silam.

Dalam praktiknya, bek dan gelandang memiliki peran penting dalam skema ini. Dua pemain di posisi tersebut diharuskan lebih banyak memegang bola agar lawan berusaha merebutnya. Setelah memancing penyerangan lawan, biasanya bola langsung akan diberikan kepada pemain dengan tipikal menyerang.

Baca Juga:

Tak jarang, dalam skema parkir bus, beberapa pemain harus memiliki kecepatan tinggi. Fullback dan winger harus memiliki kecepatan di atas rata-rata guna mengakomodir taktik ini. Sementara itu, striker di depan mulut gawang harus memiliki kemampuan finishing yang baik untuk menunjang jalannya skema ini lantaran kesempatan melakukan taktik ini tak bisa diterapkan setiap saat.

Parkir Bus Ala Jose Mourinho

Nah, terkhusus skema parkir bus yang diterapkan Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal selalu memiliki pemain bertahan yang kokoh untuk menunjang skema ini. Di Inter misalnya, ia memiliki Freddy Guarin guna mengakomodir dinding terakhir sebelum jantung pertahanan.

Hal yang sama berlaku saat ia menjadikan Sami Khedira dan Xabi Alonso dalam menunjang skema tersebut di Real Madrid. Bahkan di beberapa klub setelahnya, Mou masih mengandalkan pemain bertahan yang kuat agar bisa meresap ke taktiknya.

Tak hanya itu, biasanya saat bola ada di kaki gelandang bertahan, mereka akan cepat mengopernya ke pemain sayap maupun penyerang depan. Mou juga memiliki berbagai pemain eksplosif untuk menunjang skemanya berjalan. Di Inter, ia memiliki Ricardo Quaresma, Angel Di Maria, dan saat ini di Tottenham, ia punya Son Heung-min yang punya eksplosivitas untuk menyisir sisi bagian sayap.

Mou juga merupakan pelatih yang memiliki kecenderungan memainkan striker classic dalam skemanya guna membantu finishing dalam skema parkir bus yang kerap melekat kepadanya. Kedigdayaan Ronaldo di Real Madrid mulai hadir kala ia dimainkan sebagai nomor 9. Sementara di Inter, ia punya Samuel Eto’o dan kini di Spurs ia punya juru gedor handal dalam diri Harry Kane.

Sampai saat ini, dengan skema yang diterapkan Mou, ia sukses menjadi pelatih yang meraih berbagai gelar seperti sepasang Liga Champions, dan sederet trrofi berskala domestik untuk beberapa klub yang ia latih. Meski kerap dipandang negatif. Hal tersebut tak sepenuhnya salah lantaran kemenangan bagi Mourinho merupakan hal yang mutlak diraih dalam sebuah permainan.

Meski begitu, Mou tetap menolak jika ia menerapkan skema parkir bus dalam pendekatan taktik yang ia lakukan sampai hari ini. “Anda tahu kapan reputasi parkir bus ini mulai terdengar? Saat saya membawa Real Madrid juara dengan 100 poin dan raihan 106 gol di Liga Spanyol,” kata Mourinho seperti dilansir dari BBC.

Mematikan Parkir Bus

Meski terkesan bermain aman dan bisa mendulang kemenangan, skema parkir bus sejatinya bisa dimatikan. Cara paling mudah untuk melumpuhkan skema ini dengan cara memanipulasi skema yang sama yakni dengan menempatkan garis pertahanan rendah dan ditopang dengan pemain yang memiliki karakteristik yang sama dengan tim yang menerapkan skema parkir bus.

Contoh, sebuah tim bisa melakukan garis pertahanan rendah kala tim parkir bus meberikan tekanan ke sisi pertahanan. Dengan hal tersebut, para pemain bakal berkumpul dekat daerah pertahanan guna menghalau laju bola yang tengah diterapkan tim lawan.

Biasanya, melalui skema “anti parkir bus” bisa disebut demikian, hampir semua permain berada di garis rendah pertahanan kecuali playmaker dan striker. Dua pemain tersebut memang tak perlu ikut membantu lini pertahanan saat serangan dilakukan lantaran mereka bisa menjadi titik tumpu serangan balik kala bola berhasil didapatkan.

Selain menopang pada striker dan playmaker, biasanya, variasi serangan yang diterapkan tim untuk mematikan skema parkir bus yakni dengan memainkan umpan pendek disertai dengan skema crossing yang mumpuni guna memberikan ruang kepada pemain lain.

Mobilitas para pemain juga sangat ditekankan guna membuka celah untuk bergerak menembus jantung pertahanan. Namun perlu dicatat, dibutuhkan kesabaran ekstra untuk membongkar taktik parkir bus mengingat begitu rapatnya skema yang diterapkan oleh tim yang mengusung pola defensif ini.

Update selalu berita sepakbola dari berbagai penjuru dunia cuma di Ligacacing.net

Leave a Reply