Hal yang Harus Kalian Ketahui tentang Handball di Dunia Sepakbola

Hal yang Harus Kalian Ketahui tentang Handball di Dunia Sepakbola

Liga Cacing – Berita Bola – Per 1 Juni 2019,  International Football Association Board atau IBAF telah memperbaharui berbagai aturan pertandingan sepakbola dunia. Organisasi yang berada di bawah naungan FIFA itu menghasilkan lima peraturan baru yang diterapkan dalam standar sepakbola modern.

Berikut adalah aturan baru yang dikeluarkan IBAF. Pertama, rebound saat penalty tak lagi diperkenankan. Pergantian pemain bisa dilakukan di mana saja, tendanagan bebas boleh dilakukan saat tak ada gangguan pada pagar betis dan pembaharuan terkait peraturan handball.

Handsball sejak lama menjadi sebuah pelanggaan dan juga menjadi seni dalam sepakbola. Berbagai momen unik dan kontroversial kerap terjadi lantaran “insiden” handball. Beberapa nama macam Diego Maradona, Lionel Messi hingga Thierry Henry pernah mencetak gol dengan tangannya dan seni handsball pun menjadi sebuah suguhan yang menarik.

Maradona misalnya. Ia melakukan gol tangan tuhan di Piala Dunia 1986. Dalam momen tersebut, Maradona meninju tangannya ke arah gawang Inggris yang dikawal Peter Shilton. Secara logis, tak mungkin Maradona bisa unggul dalam duel udara melawan Shilton lantaran tinggi kiper tim tiga Singa itu lebih tinggi dari El Diego.

Hal tersebut pun sempat mematik amarah Shilton. Pasca insiden tersebut, Maradona tak meminta maaf dan ia menganggap Diego merupakan pesepakbola yang tak sportif

“Sepertinya dia memiliki keagungan tetapi sayangnya tidak sportif. Kebanyakan pemain tim Inggris yang bermain di Meksiko itu merasa seperti saya,” kata pria yang kini berusia 71 tahun tersebut, kepada Dialy Mail.

“Di lapangan sepak bola pemain melakukan hal-hal yang mungkin mereka tak boleh lakukan. Saya harap hal itu tidak mencoreng warisan Maradona.”

Tak hanya itu, Luis Suarez yang pada pertandingan Piala Dunia 2010 sempat mengentikan bola dengan tangannya dalam laga kontra Ghana. Meski dinyatakan bersalah dan dikartu merah, momen tersebut menjadi sesuatu yang tak terlupakan. Suarez mengubur mimpi Ghana untuk menjadi wakil Afrika pertama yang lolos ke semifinal Piala Dunia.

Jadi saat itu, Ghana mendapatkan peluang emas untuk menciptakan gol di menit-menit akhir pertandingan. Terjadi kemelut dekat mulut gawang Uruguay. Saat pemain Ghana melakukan sepakan, Luis Suarez langsung menghalau bola dengan tangannya dan ia pun dikartu merah oleh wasit.

Ghana yang mendapatkan hadiah penallti gagal mengeksekusi bola. Suarez yang sudah berada di sisi lapangan berselebrasi atas kegagalan Ghana tersebut. Pada akhirnya, Kevin Prince Boateng dan kolega harus kalah via tos-tosan dengan skor 4-2

Namun dengan diberlakukannnya peraturan baru dari IBAF, kini kita tak akan bisa lagi menjumpai skema gol outfield player dengan menggunakan tangan akan dianggap sebagai pelanggaran. Menukil laman twitter @TheIFAB, inilah cara membedakan handsball atau tidaknya seorang pemain dengan skema terbaru.

Pemain dianggap melakukan pelanggaran handball jika:

1. Sengaja menyentuh bola dengan tangan atau lengan.

2. Mendapatkan penguasaan bola dari hasil sentuhan tangan atau lengan mereka dan atau mencetak gol atau menciptakan peluang mencetak gol.

3. Mencetak gol langsung dari tangan atau lengan mereka (meskipun secara tidak sengaja).

Pemain tidak akan dianggap melakukan handball jika:

1. Tangan atau lengan mereka memang lebih besar dan memungkinkan bola untuk selalu menyentuh bagian tersebut.

2. Tangan atau lengan berada di atas dan melampaui tingkat bahu mereka (biasanya kondisi ini dimiliki oleh orang-orang berbadan besar dan berotot).

Bukan hanya itu, pemain juga tidak dianggap melakukan pelanggaran jika dalam kondisi:

1. Bola yang mengenai tangan berasal dari kepala atau tubuh pemain sendiri.

2. Bola yang mengenai tangan berasal dari pemain lain yang jaraknya cukup dekat.

Bahkan, per musim 2020/21, khususnya di Premier League, peraturan handball pun kembali diperbaharui. IBAF menyebut jika boa mengenai lengan yang ada di bawah ketiak merupakan pelanggaran. Bahkan jika gol diciptakan secara sengaja atau tidak dengan menggunakan tangan bakal mendapatkan hukuman langsung.

Bahkan untuk mempermudah pekerjaan wasit untuk menentukan handball atau tidak, VAR (Video Assistant Referee) pun akan mendapatkan tugas untuk membantu wasit mengambil keputusan.

Penerapan aturan baru ini pun tak lepas dari kontroversi. Pasalnya di musim ini saja, Premier League banyak menghadirkan penalti lantaran handball per Selasa (2/2) sudah mencapai angka 72 penalti. Leicester City menjadi tim terbanyak yang menerima sepakan 16 pas. Mereka mendapatkan 10 penalti dan sukses mengeksekusi 9 di antaranya.

Bahkan, sejumlah laga harus berakhir dengan kontroversi Man United sempat mendapatkan kemenangan di injury time via sepakan 16 pas. Begitu pun dengan Newcastle United yang mendapatkan hal yang sama.

Tak pelak, kebijakan handball yang diterapkan Premier League dianggap terlalu ketat dan tim tak bisa menghidar dari hal tersebut. Situasi ini pun diminta untuk segera dirubah agar peraturan handball bisa dilonggarkan guna menghindari kebobolan akibat penalti karena handball di menit-menit akhir.

“Para manajer mengeluhkan soal handball ini. Mungkin mereka belum terbiasa dengan aturan ini karena hampir semua liga di Eropa juga mulai menerapkannya,” tulis Sky Sports.

Update selalu berita sepakbola dari berbagai penjuru dunia cuma di Ligacacing.net

Leave a Reply