5 Superstar Sepakbola yang Pernah Bermain di J-League

5 Superstar Sepakbola yang Pernah Bermain di J-League

Liga CacingJ1 League – Sejak dulu, sepakbola Jepang kerap disebut sebagai liga sepakbola terbaik di Asia. Kompetisi J-League pun pernah disambangi berbagai superstar sepakbola dunia. Hal itu masih terjadi sampai hari ini.

Sama seperti Liga Asia lain, J-League yang mulai dijalankan pada medio 90an memang banyak mendatangkan serangkaian nama top guna menaikan citra kompetisi mereka di mata dunia. berbagai sosok besar pernah dan bahkan sedang mentas di J-League sampai hari ini.

Sebelum memulai sukses bersama Arsenal, Arsene Wenger pernah melatih salah satu tim asal J1 League, Nagoya Grampus. Pasca meninggalakn Nagoya, karir Wenger terbilang lumayan melesat. Bahkan, pada 2003-04 lalu, ia sukses mengantarkan Gunners mendulang status sebagai invicibles dengan menjuarai Premier League tanpa sekalipun kalah.

Selain Wenger, Hulk juga sempat menjalani masa mudanya di Jepang. Penyerang asal Brazil pernah bermain untuk Kawasaki Frontale, Consadole Sapporo hingga Tokyo Verdy. Namanya mulai dikenal kala membela FC Porto. Saat ini, sang pemain tengah merumput di Chinese Super League bersama Shanghai Port FC.

Baca Juga:  5 Pemain Top yang Tak Tampil di Euro 2020

Tak hanya dua nama tersebut, segelontor pemain beken macam Lukas Podolski, Diego Forlan hingga David Villa sempat menjejal karir di Jepang. Bahkan saat ini, ada dua mantan pemain Barcelona yakni Andres Iniesta dan Thomas Vermaelen yang masih mentas bersama Vissel Kobe.

Boleh dibilang, Liga Jepang merupakan lahan yang tepat untuk mereka yang masih ingin berkompetisi di level tertinggi meski usia para pemainnya sudah tak lagi muda. Menukil laman Sportkeeda dan the 18, ada daftar lima pemain top dunia yang sempat berkarir di Liga Jepang. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya.

  1. Gary Lineker (Inggris)

Penyerang yang tenar kala membela Tottenham Hotspur dan Barcelona memutuskan untuk menjejal karir di Liga Jepang pasca meninggalkan the Lilywhites pada 1992 lalu. Top skor Piala Dunia 1986 memutuskan untuk bermain bersama Nagoya Grampus dengan mahar dua juta paun.

Ia bermain selama dua musim di Nagoya. Namun sayang, cedera menghambat karir pemain yang tak pernah mendapatkan kartu kuning di sepanjang karirnya itu di J-league. Dalam dua musim, total ia hanya mengepak delapan gol dari 23 pertandingan yang telah dimainkan.

  1. Carlos Dunga (Brazil)

Pasca menjuarai Piala Dunia 1994, Dunga memutuskan untuk hengkang ke J-League dan memperkuat Jubilo Iwata pasca perjalanan panjangnya membela berbagai klub macam VFB Stuttgart, Pisa, Fiorentina dan sederet tim Brazil lain.

Dunga bermain tiga musim di Jepang. Ia sukses menfulang status sebagai MVP dan membawa tim menjuarai J-League pada 1997 silam. Tiga tahun di Jepang, ia mampu mengoreksi 99 laga dan mencetak 16 gol.

  1. Zico (Brazil)

Pemain yang sempat dijuluki sebagai Pele putih ini menjadi jendral lapangan tengah Brazil di medio 80an. Bersama tim Samba, ia mampu mendulang 48 gol dari 76 caps dalam rentang 1976-1986. Namun, ia tak mampu membawa Selecao menjuarai apapun.

Zico memulai karirnya di Flamengo dan sempat mendarat di Italia bersama Udinese. Di tahun 1990, ia sempat memutuskan pensiun. Namun, keputusan tersebut dicabut pasca ia kembali bermain bersama  Kashima Antlers.

Bersama Kashima, ia mentas selama tiga musim dan sempat mempersembahkan satu gelar J-Lague pada 199. Status sebagai dewa sepakbola pernah ia raih di Jepang. Total, Zico mampu mengepak 35 gol dalam  46 laga yang ia lakoni bersama tim.

Zico sudah pensiun dan menjejal karir sebagai pelatih. Namun karirnya sebagai juru taktik terbilang medioker. Saat ini, ia menjabat sebagai direktur Teknik. Posisi tersebut sudah diemban sejak 2018 lalu

  1. Pierre Littbarski (Jerman)

Littbarski merupakan juara Piala Dunia 1990 bersama Jerman Barat. Ia memulai karir bersama FC Koln dan sempat bermain di Prancis bersama RC Paris. Pada 1993 lalu, ia menerima pinangan JEF United Ichihara selama satu musim. Setelahnya, pria yang akrab disapa Litti sempat mentas bersama Brumell Sendai yang sekarang berganti nama menjadi Vegelta Sendai.

Saat pensiun sebagai pemain, Litti sempat menjejal karir manajerialnya di Jepang dengan menangani sepasang tim matahari terbit yakni Yokohama FC dan Avispa Fukuoka.

  1. Fernando Torres (Spanyol)

Seperti Dunga dan Littbarski, Torres datang ke Jepang dengan status sebagai juara Piala Dunia 2010 bersama Spanyol. Ia dikenal sebagai penyerang yang lumayan berbahaya di Eropa kala masih membela Liverpool. Namun saat membelot ke Cheslea, ketajamannya hilang.

Torres sempat meraih berbagai gelar prestis bersama Chelsea dan Atletico Madrid macam satu Piala FA, satu Liga Champions dan sepasang Europa League yang diraihnya bersama the Blues dan Atletico Madrid. Kenyang mentas di Eropa, Torres pun menerima pinangan Sagan Tosu pada 201 lalu.

Gol pertamanya bagi Sagan Tosu hadir kala berhadapan dengan Vissel Kobe di ajang Emperor Cup. Dalam satu musim bermain di Jepang, Ia mampu mengoreksi 7 gol dan dua assist pada 40 kesempatan yang dimainkan di berbagai kompetisi.

Update selalu berita sepakbola dari berbagai penjuru dunia cuma di Ligacacing.net