5 Pelatih Muda yang Siap Bersinar di Eropa

5 Pelatih Muda yang Siap Bersinar di Eropa

Liga Cacing – Berita Bola – Dunia sepakbola saat ini memiliki deretan pelatih yang terbilang muda dan belum mencapai usia 45 tahun namun sudah menunjukan potensi bakal sukses di masa mendatang. Siapa saja mereka?

Saat ini, beberapa tim Eropa seakan memberikan wadah bagi para pelatih untuk menjadi juru taktik pasca memutuskan gantung sepatu sebagai pemain. Tak jarang, mereka yang masih berusia muda memberikan sedikit revolusi dalam penggunaan taktik di jagat sepakbola internasional.

Namun, sangat sedikit pelatih muda yang langsung melatih tim besar dalam karir kepelatihannya. Terlebih dulu, para pelatih ini akan menimba ilmu terlebih dahulu ke tim yang lebih kecil guna menerpa pengalaman terlebih dahulu atau menjadi asisten pelatih.

Frank Lampard misalnya. Mantan punggawa Chelsea sempat melatih Derby Country sebelum melatih Chelsea. Bersama the Ramps, Lampard sukses mengantarkan tim ke zona play-off Championship sebelum akhirnya kalah di partai pamungkas.

Bersama Chelsea, Lampard sejatinya sempat mengorbitkan pemain-pemain muda berkualitas macam Callum Hudson-Odoi, Tammy Abraham hingga Reece Jamss saat Chelsea harus terkena embargo transfer beberapa waktu lalu. Bersama tim muda tersebut, the Blues mampu diantarkannya lolos ke Liga Champions. Namun musim ini, karirnya sebagai manajer harus terhenti sementara waktu lantaran hasil kurang memuaskan yang dialami Chelsea.

Baca Juga: 5 Bintang Muda Potensial yang Diageni Mino Raiola

Selain lampard, ada lima pelatih lain yang dianggap potensial berusia di bawah 45 tahun dan siap bersinar sebagai manajer beken dalam lima sampai 10 tahun ke depan. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya.

  1. Eddie Howe

Eddie Howe memulai karir sebagai pelatih Bournemouth FC pasca memutuskan pensiun sebagai pesepakbola di tim yang sama, Howe membawa tim lumayan berprestasi. The Cherrys yang tadinya tak dianggap sebagai tim yang biasa saja perlahan namun pasti dibawa ke puncak kejayaan dengan mentas di Premier League.

Howe mulai menjabat pada 2008 menggantikan posisi Jimmy Quinn. Namun periode pertamanya hanya berlangusng singkat pasca menerima pinangan Burney pada 2011 lalu. satu setengah tahun di the Clarets, ia kembali melatih Bournemouth merangkak dari divisi tiga ke Premier League dengan menerapkan filosofi penguasaan bola dalam permainannya.

Pasca Cherries terdegradasi di musim lalu, ia memutuskan mundur sebagai manajer dan kini tengah menganggur. Meski berstatus tanpa pekerjaan, namanya kerap dikaitkan dengan tim-tim Inggris. Kini, santer bererdar kabar jika ia tengah didekati Glasgow Celtic guna menukangi Scott Brown dan kolega di musim depan.

  1. Mikel Arteta

Suka tak suka, nama Mikel Arteta harus dimasukan ke dalam daftar meski saat ini Arsenal tengah dalam inkonsistensi permainan dan sulit menembus zona Liga Champions di ajang Premier League.

Arteta, yang sebelumnya bertugas sebagai asisten Pep Guardiola, masuk menggantikan posisi Unai Emery yang dianggap gagal. Musim lalu, ia sempat mengantarkan Gunners menjuarai Piala FA dan Community Shield. Catatan tersebut membuat reputasinya sebagai pelatih muda digaungkan.

Arteta nampaknya hanya memerlukan waktu untuk meraih kesuksesan bersama Gunners. Pasalnya, pola bermain Gunners mulai terlihat jelas di bawah masa kepelatihannya. Dengan konsistensi permainan dan pemain yang baik, bukan tak mungkin jika nantinya ia akan mengikuti kesuksesan Pep Guardiola di Inggris atau berbagai kompetisi lain dalam lima hingga 10 tahun ke depan.

Baca Juga: 5 Pemain Inggris yang Pernah Main di Indonesia

  1. Marcello Gallardo

Di antara lima nama yang tersemat, sosok Marcello Gallardo merupakan pelatih muda yang sudah sarat akan prestasi. Bersama River Plate, ia sukses mengantakan tim berjaya di kompetisi domestik maupun internasional.

Gallardo datang di waktu yang tepat kala Los Millionaires membutuhkan sosok yang tepat. Sebelumnya, ia sempat memenangkan gelar juara di Uruguay bersama Nacional. Dalam melatih, Gallardo terkenal sebagai sosok yang ekspresif di sisi lapangan. Meski begitu ia bisa membangun tim yang solid dengan komposisi pemian yang ada.

Sejauh ini, ia sudah menancapkan tinta emas di Argentina dengan memenangkan  tiga Recopa Sudamericanas, dua Copa Libertadores, tiga Copa Argentina dan satu Copa Sudamericana, Supercopa Argentina serta Suruga Bank Championship. Kini, kita hanya tinggal menunggu waktu Gallardo berkarir di Eropa dengan serangkaian CV yang ia punya

Belakangan, namanya dikaitkan bakal mengisi pos pelatih Real Madrid andai Zinedine Zidane angkat kaki dari jabatannya di musim depan.

  1. Steven Gerrard

Steven Gerrard langsung menjadi pelatih Glasgow Rangers pasca memutuskan pensiun sebagai pesepakbola. Dua musim pertamanya di Skotlandia kurang berjalan baik lantaran ia belum bisa mendompleng kesuksesan Glasgow Celtic di kancah domestik.

Namun di musim ketiganya, Gerrard mampu berbuat banyak. Ia sukses membawa the Light Blues menjuarai Scottish Premiership dengan gap 20 angka dari the Bhoys. Catatan tersebut terasa impresif dan membuat namanya mulai diperhtungkan sebagai calon manajer handal di masa mendatang.

Namanya belakangan mulai dikaitkan kembali dengan Liverpool. Namun petinggi Rangers enggan melepas Gerrard dalam waktu dekat lantaran masih membutuhkan jasa sang pelatih guna mentas di Liga Champions musim depan.

  1. Julian Nagelsmann

Tak mengherankan jika memasukan nama Julian Nagelsmann dalam daftar terakhir. mantan pencari bakat Ausburg ini sempat menjejal peruntungan sebagai pelatih tim muda 1860 Munchen dan melatih Hoffenheim untuk menggantikan pelatih kawakan Hubb Stevens. Bersama tim yang disebut terakhir namanya mulai berkibar kala mengantarkan Hoffe bertahan di Bundesliga pada musim 2016/17. Kala itu, usianya baru mencapai 28 tahun.

Setelah menangani Hoffe, ia sempat membawa tim finish di peringkat empat klasemen akhir semusim berselang. Posisi tersebut merupakan posisi terbaik yang pernah diraih Die  Kraichgauer dalam petualangan mereka di Bundesliga. Setelahnya, Hoffe pun dibawa merangkak satu tempat lebih baik di musim berikutnya.

Saat ini, Nagelsmann tengah melatih RB Leipzig. Bersama Die Roten-Bullen, ia masih menerapkan analisa taktik lawan secara terperinci. Hal tersebut mengingatkan kita pada Pep Guardiola yang melakukan metode serupa. Tak hanya itu, ia juga merupakan pelatih yang kerap memanfaatkan dimensi ruang sebagai daya jelajah para pemainnya di atas lapangan.

Bukan tak mungkin jika ia konsisten dalam beberapa tahun ke depan, Nagelsmann bakal menjelma menjadi pelatih top layaknya Guardiola, Mourinho hingga Zinedine Zidane.

Update selalu berita sepakbola dari berbagai penjuru dunia cuma di Ligacacing.net