5 Jebolan La Fabrica yang Sukses di Tim Lain

5 Jebolan La Fabrica yang Sukses di Tim Lain

Liga Cacing – Berita Bola  –  Real Madrid memiliki berbagai pemain berbakat yang berasal dari La Fabrica. Namun tak semua tercatat meraih kesuksesan bersama Los Blancos. Ada lima nama yang nyatanya lebih sukses bersama tim lain.

Seperti kebanyakan tim Eropa lain, memiliki akademi yang mumpuni guna mencetak berbagai bintang muda mumpuni guna mentas di tim utama. Oleh karena itu, akademi pun dibuat semaksimal mungkin.

La Fabrica dibangun di komplek Valdebebas.Di lahan yang mencakup ratusan hektar, dibangun berbagai fasilitas mumpuni seperti beberapa lapangan latihan, termasuk lapangan Alfredo di Stefano, serta berbagai fasilitas lain guna menunjang proses produksi pemain terbaik mereka setiap tahunnya.

Tak hanya itu, Real Madrid juga memiliki 13 tingkatan tim junior mulai dari umur 6-7 tahun di tingkat Prebenjamin hingga Real Madrid Castilla yang mentas di segunda division.  Berbagai pemain kenamaan bestatus “homegrown” macam Emilio Butragueño, Chendo, Manolo Sanchís, Ricardo Gallego, Míchel, Sebastián Losada, hingga Raul Gonzalez dan Iker Casillas sempat hadir di tim utama dan meraih kesuksesan di klub.

Namun lantaran timming yang dirasa kurang tepat dengan kemunculan pemain karena banyaknya bintang yang ada dalam skuat utama. Para jebolan La Fabrica biasanya mencari tempat di tim lain yang siap memberikannya kesempatan main di tim utama. Tak hanya sekedar mentas, beberapa nama juga meraih kesuksesan bersama tim anyarnya. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya.

Baca Juga:  5 Pemain Free Agent dengan Harga Termahal

  1. Juan Mata (Manchester United)

Juan Mata merupakan pemain yang akrab mentas di Premier League pasca kesukesannya dengan Chelsea dan Manchester United. Sebelum berkelana ke Inggris. Namanya tercatat sebagai jebolan La Fabrica pada musim 2006/07 lalu. Ia sempat memainkan 38 laga di berbagai kompetisi dan mencetak 9 gol.

Namun semusim berselang, ia dilepas secara gratis ke Valencia lantaran kesempatan mentas di tim utama terlihat tipis. Di musim tersebut, Real Madrid memiliki segudang winger mumpuni di lapangan tengah macam Arjen Robben, Robinho, Julio Baptista hingga Royston Drenthe

Meski pindah, ia sukses menjelma menjadi winger kanan yang lumayan diperhitungkan di Spanyol. Empat musim berseragam Valencia, ia suskes mempersembahkan satu gelar Copa del Rey di musim 2007/08 dan mencetak 174 laga bersama Los Che dan mencetak 46 gol dan 52 assist.

Setelahnya, ia hengkang ke Chelsea dan kini bermain di Manchester United. Bersama dua tim tersebut, Mata sukses mengoreksi satu liga Champions, dan satu piala Liga bersama Chelsea. Sepasang Piala FA dan sepasang Europa League bersama dua klub tersebut serta satu Community Shield bersama United.

  1. Marcos Alonso (Chelsea)

Marcos Alonso boleh dibilang menjadi pemain yang nasibnya sama seperti Mata. Ia mulai meniti karir bersama Real Madrid Castilla di musim 2008-10. Bedanya, ia sempat mengecap pertandingan bersama tim senior di musim 2010 dengan mengoreksi satu laga. Namun setelahnya, karir Alonso di Ibu Kota Spanyol dinyatakan selesai.

Ia pun mulai bertualang dari satu klub ke klub lain. Bolton Wanderers, Fiorentina hingga Sunderland pernah ia singgahi. Highlight karirnya hadir kala ia memperkuat Chelsea di musim 2016/17 lalu. ditransfer dengan mahar 23 juta Euro dari Fiorentina. Alonso langsung mengunci satu tempat di tim utama.

Bersama the Blues, ia masih berkarir sampai hari ini. Ia menjadi bagian kesukesan Chelsea kala mendulang satu Piala FA, satu Piala Liga dan satu Europa League. Posisinya sempat tergantikan Ben Chilwell di bawah arahan Frank Lampard namun di bawah asuhan Thomas Tuchel, ia kembali menemukan sentuhan terbaiknya.

Baca Juga: 5 Pesepakbola Tua di Atas 40 Tahun yang Masih Merumput

  1. Alvaro Morata (Juventus)

Dibanding pemain lain yang ada dalam daftar, Alvaro Morata menjadi anomali tersendiri. Namanya sempat terbuang dan kembali dipanggil guna memperkuat barisan penyerangan Los Blancos. Bahkan, ia sempat mendulang kesuksesan di Real Madrid.

Morata “lulus” dari Real Madrid Castilla dan mendapatkan status sebagai pemain utama di musim 2013/14. Di musim tersebut, ia tampil kurang impresif dan hanya mencatatkan 9 gol serta satu assist dari 34 laga yang dimainkan. Meksi begitu, ia sempat mengantarkan tim menjuarai Liga Champions. Semusim berselang, ia dilepas ke Juventus dengan mahar 20 juta Euro dengan obligasi pembelian kembali

Di Juventus, Morata mampu mengoreksi 93 pertandingan dan 27 gol serta 18 assist dalam dua musim. Pada periode tersebut, ia suskes mengepak dua scudetto dan dua coppa Italia serta satu piala super Italia. Real Madrid kembali menebusnya dengan mahar 30 juta Euro. Periode keduanya bersama Los Blancos pun dimulai.

Rasio golnya bertambah baik kala berseragam Los Blancos untuk kali kedua. Ia mampu mengoreksi 20 gol dalam 43 laga dan membantu Real Madrid menjuarai Liga Champions untuk kali kedua dan FIFA Club World Cup dan Piala Super Eropa di musim yang sama. Meksi begitu, namanya tetap kalah saing dengan Karim Benzema di lini depan sehingga untuk kali kedua, Real Madrid harus melepasnya ke Chelsea dengan mahar 66 juta Euro.

Di Chelsea, performa apiknya tak berhenti. Gol demi gol suskes ia sarangkan bersama the Blues dan sepasang gelar Europa Laeague serta Piala FA menjadi sumbangsih sang pemain kala merumput bersama tim asal London Barat itu.

Kini, ia kembali berseragam Juventus dengan status sebagai pemain pinjaman dari Atletico Madrid. Di akhir musim, ia bisa dipermanenkan dengan Si Nyonya Tua dari Los Rojiblancos andai ada tawaran yang pantas kepada tim asal Ibu Kota SPanyol itu.

  1. Pablo Sarabia (PSG)

Pablo Sarabia merupakan pemain yang sempat memperkuat Real Madrid U-19 dan Real Madrid Castilla. Meski statusnya berasal dari akademi, tak serta merta satu tempat di tim utama Los Blancos bisa digenggamnya lantaran di tim posisi yang ia mainkan, terselip banyak pemain bintang.

Karir Sarabia di Los Blancos hanya berakhir di Castilla. Setelahnya ia memperkuat Getafe dan Sevilla. Di klub yang disebut terakhir, sinarnya mulai terlihat. Sarabia, yang datang pada musim 2016 langsung mengunci satu tempat di tim utama hingga kepergiannya ke PSG. Total, tiga musim ia habiskan bersama tim asal Andalusia itu dan ia sukses mengepak 151 laga dan mencetak43 gol serta 34 assist.

PSG pun memboyong sang pemain guna memperdalam lini tengah mereka. Sarabia pun resmi bergabung pada musim lalu dan kerap main reguler bersama Les Parisiens. Dalam dua musim perjalanannya, ia mampu mempersembahkan seabrek gelar domestik dan mengantarkan tim melaju ke final Liga Champions musim lalu.

  1. Achraf Hakimi (Inter Milan)

Menjual Archaf Hakimi boleh dibilang menjadi salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan Real Madrid. Bagaimana tidak, fullback asal Maroko ini sejatinya sempat bermain fantastis dalam dua musim masa peminjamannya di Borussia Dortmund. Pada akhir musim, ia mengaku siap pulang ke Real Madrid andai Los Blancos memberinya tempat di tim utama.

Namun kenyataan berkata lain, Hakimi justru dijual ke Inter Milan dengan mahar 40 juta Euro. Di La beneamata, ia suskes mengunci satu tempat di tim utama dan saat ini tengah mengantarkan Inter guna mendulang scudetto di musim ini.  Di tempat lain, Madrid tengah mengalami badai cedera dan mereka terlalu mempercayai Dani Carvajal di posisi serupa meski mantan pemain Leverkusen kerap mengalami cedera di musim ini.

Hakimi sempat bermain sebentar di tim utama Real Madrid dan medulang berbagai gelar prestis seperti satu gelar Liga Champiosn, satu piala super Spanyol, satu Piala Dunia antar klub dan satu Euro Super Cup. Bersama Dortmund, ia sukses mengantarkan tim menjuarai German Super Cup di akhir masa baktinya.

Update selalu berita sepakbola dari berbagai penjuru dunia cuma di Ligacacing.net